Perkembangan Vaksin Corona Sampai Saat Ini

Pandemi covid 19 yang melanda hampir semua negara di dunia sampai saat ini belum ada tanda tanda akan segera berakhir. Bahkan penambahan jumlah orang yang terserang virus ini beberapa waktu belakangan makin mengkhawatirkan. Di Indonesia misalnya setiap hari hampir selalu ada penambahan ribuan pasien baru yang terserang virus ini. Sampai tulisan ini dibuat tercatat sudah 474 ribu lebih orang yang terkonfirmasi positif covid 19.

Masih tingginya kasus covid di Indonesia dan berbagai negara lainnya tentunya membawa dampak yang cukup besar dalam berbagai bidang. Tak hanya dalam bidang kesehatan saja dampak covid ini juga merembet ke berbagai bidang lainnya termasuk juga bidang ekonomi. Tak terhitung banyaknya orang yang usahanya tutup ataupun kehilangan pekerjaan karena adanya kelesuan ekonomi akibat covid 19.

Untuk mengatasi masalah tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah, karena masalah sudah bersifat semakin kompleks. Namun satu hal mendasar yang perlu dilakukan agar kesehatan maupun perekonomian masyarakat segera pulih adalah dengan mengatasi masalah covid ini sebaik mungkin.

Untuk mengurangi penyebaran virus covid mungkin bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada. Meskipun cara tersebut cukup efektif namun bukan berarti kita tidak perlu mengupayakan cara lain untuk mengatasi covid 19 ini.

Ada beberapa cara lain yang juga bisa diterapkan sebagai upaya untuk mengatasi covid 19 ini. Satu diantaranya adalah dengan menggunakan vaksin corona. Penggunaan vaksin ini dipercaya bisa menekan penyebaran virus covid penyebab corona dengan lebi efektif.

Dan meski saat ini belum ada vaksin yang benar benar selesai diuji secara tuntas akan tetapi tanda tanda ke arah sana sudah ada. Hal ini terlihat dari adanya berbagai riset dan pengujuan vaksin yang dilakukan oleh berbagai negara. Salah sati contohnya adalah pengujian vaksin corona oxford yang dibuat oleh tim peneliti dari universitas oxford inggris.

Sejauh ini vaksin oxford merupakan salah satu jenis vaksin yang sudah diuji dengan pengujian secara klinis. Dan dari hasil uji klinis yang telah dilakuan sebanyak dua kali, vaksin oxford membuahkan hasil uji yang cukup menjanjikan. Berdasarkan uji klinis yang hasilnya  dirilis di jurnal kesehatan The Lancet didapatkan bahwa vaksin oxford ini mampu memancing munculnya Sel T (sel darah putih yang mampu menyerang sel terinfeksi) dalam 14 hari dan juga respon antibodi yang mampu menetralisir virus dalam 28 hari setelah vaksinasi. Akan tetapi tentunya dua kali uji klinis ini belum cukup untuk menyimpulkan efektif tidaknya vaksin ini, juga apakah vaksin ini aman untuk digunakan atau tidak. Untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas lagi tentunya diperlukan beberapa kali pengujian lagi baik itu uji klinis maupun pengujian jenis lainnya. Setelah selesai pengujian barulah didapat hasil layak tidaknya vaksin ini untuk dipasarkan dan digunakan manusia.

Sebenarnya vaskin yang sedang diuji saat ini tak hanya sekadar vaksin corona oxford yang berasal dari Inggris saja. Beberapa negera lain seperti amerika serikat, rusia dan yang lainnya juga melalukan pengujuan vaksin anti corona. Misalnya saja vaksin BNT162b2 yang merupakan hasil kerja sama pabrikan obat asal amerika serikat Pfizer dengan perusahaan farmasi jerman BioNTech saat ini juga sudah di uji klinis tahap ke tiga dengan hasil yang juga cukup bagus.

Beberapa vaksin lain yang juga sudah mengalami uji klinis hingga tahap tiga sampai saat ini juga suda cukup banyak. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Vaksin Sinovac
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Wuhan Institute of Biological Products
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biological Products
  • Vaksin dari Universitas Oxford yang bekerjasama dengan AstraZaneca
  • Vaksin produksi CanSino Biological Inc. yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biotechnology
  • Vaksin buatan Gamaleya Research Institute, Rusia
  • Vaksin buatan Janssen Pharmaceutical Company
  • Vaksin Novavax
  • Vaksin Moderna
  • Vaksin BioNTech yang bekerjasama dengan Pfizer dan Fosun Pharma

 

 

Leave a Comment